Rabu, 17 Agustus 2011
Daftar Daerah Irigasi di Provinsi Sumatera Utara
http://www.pu.go.id/satminkal/dit_sda/profil%20balai/bws/profilebalai%20sumatera%20II_baru.pdf
Rabu, 16 Maret 2011
Menentukan Erosi Sedimen dengan Metode Hjulstorm
Hjulstorm (1935)dan ASCE (American Society of Civil Engineers) meneliti dan menyusun analisis data secara detail yang didapatkan dari material berjenis seragam. Karena adanya kecepatan pada dasar saluran, yang mana secara langsung mempengaruhi pergerakan sedimen, sulit untuk diukur, penelitiannya dilakukan berdasarkan kecepatan aliran rata-rata.
Contoh kasusnya adalah sebagai berikut:
Misalkan ada suatu saluran dengan penampang sebagai berikut:



Dengan data:
· -Diameter partikel 1 mm
· -Lebar dasar (B) = 2m ; Tinggi Aliran (h) = 1m
· -Slope 1 : 1000
· -Saluran alam dengan dasar tanah
Berikutnya akan ditentukan kecepatan aliran sehingga diketahui partikel sedimen tererosi atau ti dak;- Langkah pertama tentukan kecepatan dengan Formula Manning
· - Tentukan Lebar Puncak (Top Width) T
T = 1,73 + 2 + 1,73 = 5,46 m
· - Tentukan Luas Penampang Basah (Wetted Area) A
A = (B + T) X h /2
A = 3,73 m2
· - Tentukan Jari-jari Hydraulis (Hydraulic Radius) R
R = A/P
R = 0,662 m
· Tentukan Kecepatan Aliran dengan menggunakan Manning’s Formula
V = 1/n x R^(2/3) x S^(1/2)
V = 0,8 m/s = 80 cm/s
Setelah itu plotkan titik antara kecepatan dengan ukuran butiran sedimen, jika titik berada pada zona "erosion", maka sedimen tersebut akan tererosi tetapi jika sedimen berada di zona "sedimentation", maka sedimen akan mengendap. Zona "Transportation" adalah kondisi dimana sedimen mulai mengalami pergerakan.
Dari Diagram Erosion-Deposition Criteria Hjulstrom (1935) di atas diketahui bahwa sedimen itu tererosi.
sumber:
Yang, Chih Ted. 1996. Sediment Transport : Theory and Practice. Krieger Publishing Company, Malabar Florida.
Selasa, 08 Februari 2011
Beasiswa siapa pada kondisi bagaimana
Beasiswa ini ditujukan pada mahasiswa berprestasi ataupun mahasiswa yang tergolong memiliki penghasilan dari ortu yg rendah/kelas ekonomi rendah. Nah, saya ingin mengekspos beberapa hal yang mungkin tidak terfikir oleh beberapa teman di kampus pada saat proses pengambilan form. beasiswa.
Jika ditanya, saya sendiri dari awal semester tidak pernah mengambil beasiswa baik itu PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) ataupun beberapa beasiswa lainnya seperti Tanoto Foundation, Djarum, dll. Pernah ada niat mengambil tetapi ujung2nya batal. Bukan karena saya enggak bisa..tp krna ada beberapa hal yang membuat saya berfikir...
Kalo beasiswa S2 sih lain lagi cerita,kalo itu semua sah2 saja memperebutkannya...
Saya melihat dari kacamata yang tak seberapa ini, banyak teman yang dapat dibilang hidup berkecukupan ke kampus naik mobil (bapaknya), ortunya dosen d PTN favorit, ortunya pengusaha besar masih hobi mengambil beasiswa S1 yg dimasukkan ke rekening tabungan mahasiswa.
Ketika saya bertanya,"kenapa anda ambil beasiswa?"
sebagian besar menjawab,"untuk nambah2 uang jajan...sekalian pengalaman beasiswa"
whhooaa??nambah uang jajan....?
Apa uang bulanan mu tak cukup untuk kau sekedar membeli makan siang?
Apa uang bulanan mu tak cukup untuk kau sekedar minum saja?
Bukankah kau naik kendaraan pribadi yang notabene disediakan orang tuamu?
Bukankah minyak kendaraanmu juga dibayarin uangnya?
Dengan sedikit mengubah pola fikir, kita tidak bisa selamanya begini pada kondisi negara yang belum stabil, dalam arti Indonesia belum mapan, Indonesia masih negara yang akan berkembang, dan masih banyak masyarakatnya terutama mahasiswa membutuhkan dana untuk belajar, dan berkehidupan yang lebih layak.
Nah kalau semua anak2 yang berkecukupan mengambil beasiswa baik itu PPA ataupun BBM, kapan giliran si (maaf) miskin mendapatkannya???
Sudahlah...keserakahan dan ingin terlihat hebat didepan orang lain saya rasa merupakan salah satu faktor utama suatu orang mengambil beasiswa, tapi ada makna yang lebih besar daripada itu.
Kalau begini terus, seperti petikan lirik lagu Maria - Carlos Santana ft.Wyclef
Stop the looting, stop the shooting
Pick pocking on the corner
See as the rich is getting richer
The poorer is getting poorer
ckckck...sungguh disesalkan...
berbagilah terhadap sesama yang membutuhkan...
singkirkan ego, buang rasa ingin terlihat hebat...manusia emang ga ada puasnya...
(no offense),hehe...
Kamis, 06 Januari 2011
Bendung Kanal Banjir Medan Pasca Hujan Deras Deli Tua
- Hujan Deras Daerah Hulu
- Sistem drainase yang buruk (poor drainage) di kota Medan
Salah satu tindakan yang biasa diaplikasikan dalam suatu perkotaan untuk mengurangi kerugian banjir adalah pengalihan air banjir melalui bypass atau saluran banjir/banjir kanal (floodways) ke dalam alur sungai lain atau bahkan ke DAS lain.
Dengan pembuatan floodway diharapkan akan memotong puncak banjir pada sungai Deli sebelum memasuki daerah kota Medan dan kemudian mengalirkannya sebahagian ke sungai Percut. Floodway sungai Deli ke sungai Percut mempunyai panjang 3.820 meter, yang berfungsi untuk mengalihkan debit banjir dari sungai Deli ke sungai Percut sebesar 70 m3/detik. Floodway direncanakan merupakan saluran terbuka dengan bentuk trapesium prismatik, dengan lebar dasar saluran 5,00 meter, dan kedalaman rata-rata 4,35 m.Berikut ini adalah tampilan peta floodway,mengalirkan air dari sungai Deli ke Sungai Percut:
Tadi pagi setelah bayar spp kuliah,terlintas di fikiran , "coba kuliat dulu floodway ini, toh dekat rumah....." akhirnya aku pergi ke sana sekitar jam 9 pagi.
Berikut ini foto-foto bendung banjir kanal dan bendung Deli pada kondisi spill
- Limpahan air Bendung Banjir Kanal
- Limpahan air Bendung Banjir Kanal terlihat dari Jembatan SMA 13
- Daerah rerumputan yang dipenuhi air sehingga tampak seperti danau
- Kolam Olak (dengan balok halang)
- Limpahan Air Bendung Deli (Udah pake Jembatan baja)
Nah,kalau sedang kering kondisi bendung banjir kanal begini bentuknya:
- Bendung Banjir Kanal
- Kolam Olak (dengan balok halang)
- Daerah Rumput di sekitar saluran sungai Deli
- Bendung Deli (sistem orifice-berlubang)
Begitulah kira-kira info yang tak seberapa ini. Perlunya OP (Operation and Maintenance) dimana dua hal ini adalah parameter yang sangat rapuh dalam pelaksanaannya. Tadi saja waktu saya ke sana, pada saat beberapa pejabat ngeliat bendung, di situ juga baru heboh dibersihkan sampah di trash rack iron gate (penahan sampah).
Kemudian biarpun air melewati Kanal Banjir, daerah hulu Sungai Deli tetap saja mengalami kebanjiran, bahkan makin parah (tidak sempat mengambil gambar di daerah Juanda). Mungkin kesalahan perencanaan dll. Oleh karena itu para engineer dan masyarakat sebaiknya bersatu dan serius menanggulangi banjir ini. Termasuk pemeliharaan infrastruktur seperti drainase perkotaan (tidak membuang sampah sembarangan-klasik), jalan, jembatan, dll.
Mudah2an bermanfaat.
Perbaikan kawasan Pelataran Sungai Deli

Sungai Deli merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada di Kota Medan. Mulanya, pada masa kerajaan Deli, sungai merupakan urat nadi perdagangan ke daerah lain. Saat ini, luas hutan di hulu Sungai Deli hanya tinggal 3.655 hektar, atau tinggal 7,59 persen dari 48.162 hektar areal DAS Deli. Padahal, dengan luas 48.162 hektar, panjang 71,91 kilometer (km), dan lebar 5,58 km, DAS Deli seharusnya memiliki alam untuk kawasan resapan air sedikitnya seluas 140 hektar, atau 30 persen dari luas DAS.
Masalah-masalah yang terjadi adalah antara lain oleh faktor:
- Sosial & Ekonomi
- Teknis
- Lingkungan
Konsep dasar dalam Membangun kawasan Pelataran Sungai Deli di antaranya yaitu:
1. Mencegah
2. Mengendalikan
3. Menumbuhkan peran serta masyarakat
4. Keadilan
5. Prioritas dan Keberhasilan
Prinsip ini pada dasarnya mengacu pada 3 pendekatan pengendalian yaitu:
1. Tata Ruang
2. Perizinan
3. Penegakan Hukum
- Penataan Garis Sempadan Sungai


4. Penataan Land Property
5. Reboisasi, penghijauan dan Konservasi
6. Penataan Penambangan galian C
7. Membuat Sumur bor untuk keperluan mandi cuci
8. Efisiensi pemanfaatan sumber daya air untuk pertanian, industri, dan rumah tangga
9. Menyediakan tempat sampah
10. Membuat pintu klep sederhana
Dapat disimpulkan bahwa:
Konsep kawasan tepi air di sungai Deli dengan cara pembangunan rumah harus direncanakan sesuai dengan tata lingkungan yang baik dan benar. Jika hal ini diabaikan akan terjadi berbagai masalah yang akhirnya akan dialami tidak hanya masyarakat sekitar kawasan pelataran sungai Deli saja, tetapi akan berdampak untuk masyarakat kota Medan akibat dari meluapnya sungai Deli.
Referensi:
Paper dan Presentasi Mata Kuliah Ilmu Lingkungan, dosen: Ir. Faisal Ezeddin,MS
Kelompok 3
Staff Ahli: Arsyad Hrp, Dicky Z., Samruddin Nst., Anggi Kurniawan, Maulana Massyaid, Boyma P, Ricky R, Gina C Hsb., Didi S, M. Juangga, Irvan Riko, Ade Pradipta, Daniel S, Alfi, Dhani Aprisal, M.Yusuf, Ramot D

